Kena juga😩
Bulan Februari akhir, saya, suami dan kedua anak saya terkena virus covid-19. Bingung juga koq bisa kena, padahal kami setiap hari menjalankan proses ketat dan hidup sehat. Ternyata setelah mentracing sendiri, ada teman kerja suami yang keluarganya kena covid dan beliau diam-diam saja. 🧐
Bersyukur gejala yang kami sekeluarga rasakan hanyalah gejala yang termasuk ringan. Setelah 3 harian, sudah membaik. Suami bahkan sudah langsung negatif setelah isoman seminggu. Sedangkan saya dan anak-anak perlu isoman selama 2 minggu sampai hasil swab negatif.
Terkena covid memang tidak enak. Harus mengisolasi diri dan tidak bisa kemana-mana. Kalau sakit, ya itu tidak perlu ditanya lagi. Tapi ada beberapa pelajaran yang saya dapat selama saya isoman. Salah satunya tentang karakter asli orang.
Saya teringat mendiang papa. Beliau pernah berkata kalau kita bisa menilai karakter orang saat kita sedang kesusahan atau saat sedang berada di tempat orang meninggal.
Terbukti!
Saya cuma bisa tertawa dalam hati melihat karakter orang di sekitar saya. Buat saya, hal ini sudah biasa. Tapi buat suami saya, sepertinya agak bikin dia shock. But, that's life! It teaches us on the right moment and slaps us on the face.
Komentar
Posting Komentar