Pandemi oh pandemi
Tahun 2022, Indonesia mulai mengalami kenaikan Covid-19 lagi. Virus Omicron mulai beraksi. Tidak pandang tua dan muda.
Tapi, sekarang orang-orang mulai jenuh mendengar berita seputar Covid-19. Sebagian besar mereka sudah mulai abai akan prokes dan memilih pasrah saja. Ada yang berkata percuma sudah divaksin tapi tetap kena. Buat apa pakai masker, toh anggap aja seperti flu biasa. Sampai hari raya agama pun dibawa-bawa. 🧐😔🤯
Sebagai masyarakat awam, saya juga sebenarnya mulai bosan mendengar pemberitaan seputar Covid-19. Tapi saya masih tetap menjalankan prokes dan berusaha hidup sehat. Saya juga sudah divaksin, dan sekarang sedang menunggu kapan jadwal vaksin booster untuk saya dan suami.
Covid-19 memang bencana buat kita. Tapi saya mencoba menyikapinya dengan lebih bijak alias melihat dari kacamata positif. Kenapa? Biar saya tidak stres. Dan ada sebagian prokes yang menurut saya cocok untuk membuat orang Indonesia belajar disiplin dan taat aturan. Misal jaga jarak. Saya setuju 100% dengan aturan ini. Alasannya, saya paling risih kalau harus dempet-dempetan atau didempet di tempat umum seperti sewaktu antri di kasir atau di kendaraan umum. Walaupun yang menjemput adalah wanita juga, tapi aneh rasanya dan bikin kesal. Tapi anehnya, masih banyak orang Indonesia yang seperti itu. Kalau saya kasih tahu, malah mereka yang tidak terima. Bagaimana mau maju bangsa Indonesia. Jangan hanya membanding-bandingkan keadaan negara kita dengan negara lain yang sudah maju. Kalau untuk aturan sederhana saja, kita tidak bisa disiplin.
Contoh lain, vaksin. Bangsa kita masih belum mengerti sepenuhnya manfaat vaksin. Buat sebagian besar orang Indonesia, kalau sudah divaksin itu harusnya kebal dari Covid-19. Padahal vaksin itu diberikan supaya kita punya antibodi sehingga kalau sampai sakit pun, efeknya tidak akan parah. Saya sebenarnya ingin bertanya balik sama orang yang berpikiran seperti itu. Apa anak-anak mereka tidak di imunisasi? Kan imunisasi itu sama dengan pemberian vaksin. Apa kalau anak-anak mereka di imunisasi cacar, anak mereka tidak akan terkena penyakit cacar? Ya tidak toh. Yang ada efek penyakit cacar tidak akan seberat kalau mereka tidak divaksin.
Yah, ini cuma uneg-uneg saya kalau baca komentar netizen di medsos. Saya tidak menganggap diri saya pintar atau hebat, tapi kalau kita banyak baca pasti akan bisa berpikir dengan lebih baik.
Komentar
Posting Komentar